Wonosari (26/5) – Kamis, 26 Mei 2022 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik berbasis organisasi kemasyrakatan bersama PC Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul di Kampus STAIYO. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul Ahmad Ahsan Jihadan, S.Psi., MA , Divisi Perencana Program, Data dan Informasi KPU Gunungkidul Asih Nuryanti, S.Pd.I dan Ormas Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul. Acara dibuka oleh pembawa acara.
Sambutan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini diwakili Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul Ahmad Ahsan Jihadan, S.Psi., MA menyampaikan ucapan terimakasih kepada anggota ormas Fayatat Kabupaten Gunungkidul atas kerjasama yang terjalin selama ini sehingga bisa terlaksana kegiatan pendidikan politik. Kesbangpol mempunyai program kegiatan pendidikan politik di Tahun Anggaran 2022 salah satunya dengan Ormas Fatayat Gunungkidul. Oleh karena itu peran serta setiap anggota Fatayat yang mengikuti kegiatan dikpol ini maupun anggota lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam menyongsong pemilu serentak Tahun 2022 baik sebagai pemilih, penyelenggara maupun peserta pemilu.
Sambutan kedua disampaikan perwakilan PC Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul Widiastuti, S.Pd.I, mengucapkan terimakasih atas fasilitasi yang diberikan Badan Kesbangpol sehingga Wanita NU bisa memperoleh kegiatan pendidikan politik dengan harapan bisa berpolitik cantik dan cerdas. Selanjutnya berharap kepada anggota Fatayat NU untuk bisa bersinergi dan berperan aktif dalam menghadapi pemilu serentak Tahun 2024.
Acara dilanjutkan pemaparan materi oleh Narasumber dari KPU Kabupaten Gunungkidul yakni menyampaikan dalam setiap tahapan banyak hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk partisipasi yaitu mengecek data calon pemilih diri atau keluarga, tahapan kampanye masyarakat juga bisa memberi masukan kepada penyelenggara dengan harapan selama tahapan, pelaksanaan maupun pasca pemilu dalam kehidupan bertetangga,bermasyarakat tetap kondusif, memberikan pencerahan kepada orang lain, mengingatkan orang lain dalam dukung mendukung calon tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan, pilihan boleh beda tetapi hidup guyup rukun harus diutamakan. Partisipasi dalam pemilu bisa sebagai: Penyelenggara, peserta calon legislatif, dan sebagai pemilih, Pada Pemilu Tahun 2019 tingkat partisipasi di Gunungkidul mencapai 82% lebih, berharap tahun 2024 semoga tingkat partisipasi meningkat lagi.